Jangan Banyak Bicara

Mbah Ihsan Jampes, pengarang kitab Siraj at Thalibin, suatu ketika, saat sedang ngopi, dikritik seseorang. “Kiai kok gaweannya cuma ngopi dan udud saja,” begitulah kurang lebih bahasa kekiniannya.

Mbah Ihsan tak marah. Ia diam mendengarkan sembari menyelesaikan hajat ngopinya. Lalu ia pulang, bersemedi beberapa saat dan menelurkan karya fenomenal Irsyad al-Ikhwan fi Bayan Hukmi Syurb al-Qahwah wa ad-Dukhan, (adaptasi puitik plus syarah dari kitab Tadzkirah al-Ikhwan fi Bayani al-Qahwah wa ad-Dukhan karya KH. Ahmad Dahlan Semarang) yang kemudian diterjemahkan menjadi buku ‘Kitab Kopi dan Rokok’. 

Barang tentu kitab ini penting dibaca, khususnya, menteri keuangan yang tiap tahun menaikken cukai dengan berbagai alasan, seperti menyelamatkan generasi bangsa. Padahal sejatinya negara butuh dan perlu daripada uang dari lintingan.

Keteladan itu ada, tapi kita sekarang: bacot-bacot dahulu, berpikir kemudian.
Ketok-ketok dahulu, ketik-ketik kemudian. Sidik-sidik dahulu, puntung rokok jadi sebab kebakaran. Naik-naikin cukai dahulu, kalo petani kelimpungan biar jadi urusan Tuhan.

Selamat berakhir pekan dengan hiburan yang menyenangkan, teman-teman.

About Author /

Manusia Bodoh yang Tak Kunjung Pandai

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Start typing and press Enter to search