Bisa Menghafal Alquran Bukan Hanya Takdir Tuhan

Kalau tidak salah ingat, simbah saya dulu pernah punya keinginan, kelak anak turunnya ada yang hafiz Alquran. Dan kini adek sepupu saya, @zulfa1522 sedang berjuang mewujudkan keinginan itu sembari kuliah di Semarang. Tiada doa lain untuknya, selain dimudahkan oleh Allah segala cita-cita luhurnya itu.

Ingatan-ingatan soal keinginan simbah itu, saya bawa dalam obrolan di sepertiga malam tadi dengan salah satu sohib karib -yang tidak hanya hafiz Alquran dan pengasuh Pesantren hafiz terbesar di BSD, tetapi juga seorang penggila bola yang tidak pernah alfa turut bersorak sorai di gelanggang ketika Timnas dan Persija berlaga.

Ialah Al-ustadz @zaen_abied atau akrab kami panggil Yi Doro, sebuah sebutan yang dinisbatkan dari burung merpati yang punya kesetiaan tiada tanding itu.

“Yi, orang bisa hafal Alquran itu, apakah memang sudah ditakdirkan Allah atau memang tergantung manusianya?”

“Ya jelas manusianya!” Tegas Yi Doro.

“Lalu kenapa, tak sedikit orang yang mencoba menghafal Alquran dengan usaha yang tidak biasa, tetap gagal menghafal?”

“Kegagalan itu karena hatinya. Ia tidak fokus pada Alquran. Aku dulu sejak MTs hingga Aliyah, cuma bisa menghafal 7 juz. Kenapa? Karena berbagi fokus dengan sekolah dengan bermacam dinamikanya itu. Baru, setelah lulus Aliyah, aku mondok di Bogor. Tanpa hp dan ada batasan ketat dengan dunia luar. Setiap hari memegang Alquran, sampai mimpi pun menghafal Alquran. Akhirnya, alhamduliLlah, cukup setahun diberi rezeki menghafal Alquran.”

“Umur terbaik untuk menghafal Alquran?”

“Kalo bisa, maksimal SMP. Semakin kecil, semakin bagus, karena apa yang diingat di masa kecil akan susah dilupakan ketika besar. Asalkan harus diimbangi dengan belajar ilmu-ilmu lainnya seperti, nahwu, shorf, aqidah, fikih, dll. Supaya tidak kemrungsung hatinya. Supaya tidak hanya menghafal, tapi juga memahami dan mengerti apa yang ia hafalkan. Yang jadi persoalan terkadang, bukan anaknya yang ga kuat hidup di tengah tempaan pesantren, tapi hati orangtuanya yang tidak siap ikhlas melepaskan anaknya.”

Belum sempat saya menimpali, Yi Doro bertanya, “Lalu kapan aku bisa selfi denganmu di atas pelaminan?”

Hening seketika~~

About Author /

Manusia Bodoh yang Tak Kunjung Pandai

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Start typing and press Enter to search