Sayur Kulit Semangka

Kemarin mamak masak jangan kulit ndoyo. Ndoyo hasil dari kebun sendiri, yang katanya gagal tumbuh sehat karena curah hujan di Rembang kadang naik tiba-tiba, seperti cukai rokok atau cintamu padaku. Aelah. Alhasil, ndoyo itu dipanen tipis-tipis dan dibagikan kepada tetangga serta sanak famili.

Mamak tau, anaknya doyan nggado ‘jangan bening’, maka tiap kali saya di rumah hidangan paling utama dan diutamakan adalah ‘jangan bening’. Betapa saya tak kuasa menahan nafsu makan ketika mendapati kacang panjang dan kulit ndoyo yang telah mengepulken asap dalam kuali tanah andalan mamak.

Biasanya saya menikmati nggado jangan bening seperti ini dengan riang gembira, dan sangat pelan menyrupat-sruput kuah yang sudah bercampur dengan rempah-rempah andalan Nusantara. Tapi entah kenapa, kemarin hati saya agak gelisah menikmati jangan bening karya Mamak. Barang tentu bukan karena saya masih sendirian, tapi lebih kepada kegelisahaan terhadap potensi perekonomian masyarakat di pedesaan bisa terangkat dengan kulit ndoyo yang sering disia-siakan banyak orang.

Bisa jadi, kalau banyak ahli meneliti khasiat sayuran semangka lalu Kemenkes merekomendasikan masyarakat untuk memanfaatkan kulit ndoyo sebagai penambah protein dan stamina, dan berita itu disiarkan masif. Betapa tidak dimungkiri industri perndoyoan makin tumbuh subur akibat maraknya permintaan pasar, juga makin berjibunya pengepul-pengepul kulit ndoyo di seantero Nusantara dan perekonomian dari hulu ke hilir benar-benar dikuasai oleh bangsa sendiri. Kita tidak pernah tau, kulit ndoyo yang sering disia-siakan itu jangan-jangan diminati lidah-lidah londo di luar negeri sana dan semakin memperbanyak khazanah kuliner Nusantara.

Hal semacam itu biarlah dipikirkan pemangku negara. Tugas kita yang terdekat adalah terlihat bernafsu mengahabiskan makanan yang telah dibuat mamak, bapak, adek, kakak, suami atau istrimu. Kenapa? Karena menggembirakan hati orang lain termasuk ibadah.

Yuk santap, tembakau juga sudah siap!

About Author /

Manusia Bodoh yang Tak Kunjung Pandai

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Start typing and press Enter to search