Menonton Film Turah

Film ini mengangkat kehidupan warga di Kampung Tirang, sebuah kampung yang berdiri di tanah timbul pesisir pantai Kota Tegal, yang miskin dan tertinggal. Meski jaraknya cukup dekat dengan pusat Kota Tegal, kampung ini bisa dibilang tak tersentuh listrik. Bahkan, warga kerap sekali kesulitan air bersih. Ironi itu digambarkan Wisnu, Sutradara Film Turah, lewat rumah reot, pakaian lusuh, dan lingkungan yang kumuh, memperjelas kesenjangan di kampung tersebut.    

Akibat kesenjangan itu, konflik sosial pun terjadi. Jadag , seorang pria yang dikenal sebagai pemabuk, melakukan perlawanan terhadap ketidakadilan. Dia tak terima tanah kelahirannya diklaim oleh seorang juragan bernama Darso .    

Sebagai orang yang mengklaim memiliki tanah timbul tersebut, Darso mempekerjakan warga Kampung Tirang seperti budak dan memberi mereka upah rendah. Jadag menilai apa yang dilakukan oleh Darso adalah bentuk kesewenang-wenangan. Menurutnya, Darso telah memanfaatkan warga kampung demi kepentingannya sendiri untuk memperkaya diri. Apalagi, sejak Pakel menjadi tangan kanan Darso, tenaga warga makin diperas habis. Di saat hidup warga Kampung Tirang yang terus dilanda kemiskinan, Pakel yang baru bekerja tiga tahun untuk Darso sudah punya tanah dan rumah mewah.    

Bagi saya pribadi, film ini amat sentimentil. Bagaimana sistem perburuhan, atau lebih tepatnya perbudakan, dipraktikkan dengan sangat halus tapi mencengkeram dan mengendalikan. Hal ini digambarkan pada dialog Jadag,“Duit sing nyong sampean olih kue dudu pecingan saka Darso, apamaning sodakoh apa infake Darso, kue duit mau kue duit bagen sampean kabeh, sebabe nyambut gawe. Dadi kue upahe.” (Duit yang kalian terima itu bukan uang cuma-cuma atau sodakohnya Darso. Tetapi duit itu adalah upah karena kalian bekerja. Jadi itu upahnya)    

Film Turah pernah menjadi perwakilan Indonesia di ajang Academy Awards atau Oscar pada kategori Film Berbahasa Asing Terbaik Academy Awards ke-90, yang digelar di Dolby Theatre Hollywood, 4 Maret 2018 lalu. Meski tersisih pada ajang itu, film Turah tetap menjadi tontonan terbaik.     Coba deh tonton…..

About Author /

Manusia Bodoh yang Tak Kunjung Pandai

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Start typing and press Enter to search